Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Pesan kami

Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Amrullah Ibraim, S.Kom

Minggu, 06 Maret 2011

Pratik Sholat Dhuha

Rokaat pertama
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunnah Dhuha yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca iftitah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
Rokaat Kedua
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Pratik Sholat Taubat

Rokaat pertama
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunah Taubat yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca iftitah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
Rokaat Kedua
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Pratik Sholat Witir

Rokaat pertama
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunah Witir yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca iftitah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
Rokaat Kedua
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Praktik Sholat Hajat

Rokaat pertama
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunah Hajat yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca iftitah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
Rokaat Kedua
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Praktik Sholat Tahajud

Rokaat pertama :
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunah Tahajud yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca istiftah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
 Rokaat kedua :
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Sabtu, 05 Maret 2011

Mandi Jenabat

Hadits :

Wajib mandi jenabat 
  1. Bersetubuh : Dari Abi Harairah -semoga Allah meridhainya- ia berkata : telah bersabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- : "Apabila laki-laki telah duduk diantara anggota tubuhnya yang empat kemudian ia bersungguh-sungguh (memasukkan kemaluannya), maka wajiblah mandi" (HR Bukhari dan Muslim) ditambah Muslim : Walaupun tidak keluar mani)
  2. Bermimpi bersetubuh : Dari Ummu Salamah bahwasanya Ummu Sulaim istri Abi Thalhah, bertanya kepada Rasulullah, ia berkata: Sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, apakah mandi diwajibkan atas wanita bila ia bermimpi? Beliau bersabda: "Ya, apabila ia mendapati air (air mani/ basah)" (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sunnah mandi jenabat 

Mandi hari Jum'at. Abi said Al Khudri -semoga Allah meridhainya- ia berkata : telah bersabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- : "Mandi hari Jum’at adalah wajib atas setiap orang yang telah mimpi (baligh)" (H.R. Bukhari dan Muslim) dan Dari Samurah bin Jundub -semoga Allah meridhainya- ia berkata : telah bersabda Rasululullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- : "Barangsiapa yang wudhuk pada hari Jum’at maka itu adalah bagus, dan barangsiapa mandi, maka mandi itu adalah yang lebih afdhal' (H.R. Tirmizi dan dihasankanya)

Tata Cara Mandi Besar
  1. Dari  'Aisyah ia berkata : "Adalah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- jika ia melakukan mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwudhuk, kemudian mengambil air, lalu beliau memasukkan jari jemarinya ke pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan air atas kepalanya tiga tuangan, kemudian beliau menyiramkan air ke sekujur tubuhnya kemudian mencuci kedua kakinya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  2. Dari Maimunah -semoga Allah meridhainya. artinya: tata cara mandi yang sempurna itu didahului oleh wadhuk, cuma saja mencuci kedua kakinya diakhirkan saat selesai memandikan sekujur tubuh.
  3. Dari Ummu Salamah  ia berkata : saya bertanya, wahai Rasulullah sesungguhnya saya adalah wanita yang kepang rambut saya tebal, apakah saya menguraikannya untuk mandi junub dan haid, beliau menjawab : "Tidak. Cukuplah bagimu untuk menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali tuangan". (H.R.  Muslim)

Jumat, 04 Maret 2011

Sholat ba'da Isya'

Sholat Sunnah Isya (Qobliyah dan Ba’diyah)

Jumlah roka’atnya dan hukumnya : Menurut ulama Fiqih : - 2 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah) - 2 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakkadah. Menurut Imam Ghozali : - 4 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah tercantum dalam kitab Syarah Bidayatul Hidayah) - 4 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakadah, tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin Karena sesuai hadits Nabi, riwayat Siti Aisyah , ” Sholat 4 roka’at Rosulullah SAW, ba’da sholat isya yang akhir, kemudian ia tidur ”. 

Hadits

Adapun shalat sunnah 2 rakaat sebelum Isya’ tidak termasuk shalat rawatib, akan tetapi dianjurkan / disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dari ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلاةٌ
“Di antara adzan dan iqamah, ada shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ كُنَّ كَقَدْرِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah (shalat) ‘Isya’, maka nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah 2/343 (5/100) no. 7351; sanadnya shahih)

Dari ‘Aisyah, ia berkata,
أَرْبَعٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يَعْدِلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Empat raka’at setelah ‘Isyaa’ setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7352; sanadnya hasan)

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ ؛ عَدَلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah ‘Isya’ yang tidak dipisahkan dengan salam, maka nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7353; sanadnya hasan)

Dari Ka’b bin Mati’, ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ يُحْسِنُ فِيهِنَّ الرُّكُوعَ، وَالسُّجُودَ، عَدَلْنَ مِثْلَهُنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah ‘Isya’ dengan membaguskan rukuk dan sujud padanya, nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7354; HR An Nasa’i no. 4895-4896, sanadnya hasan)

Keutamaan

Amalan tersebut beserta pahalanya yang senilai dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr, meskipun sanadnya mauquf pada shahabat radliyallaahu ‘anhum, namun hukumnya adalah marfu’, karena di dalamnya tidak ada ruang ijtihad dalam menetapkan pahala suatu amalan secara khusus, sehingga diketahui bahwasannya statement itu tidak lain hanyalah berasal dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.