Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Pesan kami

Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Amrullah Ibraim, S.Kom

Tampilkan postingan dengan label Hajat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hajat. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

Sholat Hajat 2

      بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Sholat Hajat (bahasa Arab: صلاة الحاجة) adalah sholat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Sholat Hajat dilakukan antara 2 hingga 12 raka'at dengan salam di setiap 2 rakaat. Salat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat.

  • "Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian salat dua rakaat (Sholat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad )
  • “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian sholat dua rakaat (sholat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi. Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  • Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian salat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)
  • Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian salatlah dua rakaat (salat hajat). Setelah itu, berdoalah....” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (salat hajat).” (HR Tirmidzi)
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Sholat Hajat 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. Dari mulai keinginan yang dibutuhkan menyangkut dirinya sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut sebuah negara. Bagi yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala.


"Barangsiapa yang mempunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu Adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat Hajat). (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)  

"Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalanan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat).... Maka, keledai itu bangun seketika (hidup kembali), lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)

"Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi shollahu 'alaihi wasallam, lalu ia mengatakan, "Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, "Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah....” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat).” (HR Tirmidzi)

Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. Dari mulai keinginan yang dibutuhkan menyangkut dirinya sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut sebuah negara. Bagi yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sebab Dia adalah Dzat Yang Mahakaya, yang memiliki langit, bumi, dan seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. 

Oleh karena itu, Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. Kenapa? Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya. Di dalam Al-Qur`an, Allah subhanahu wa ta'ala.berfirman, "Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 45)

Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.  

Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. 

Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa. Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada buku ini.

Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala. bagi hamba-Nya. Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari.

Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya, sebagaimana yang terdapat di dalam bab "Bukti Dan Kisah Nyata Orang-Orang Mendapatkan Keajaiban Shalat Hajat”

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Minggu, 06 Maret 2011

Praktik Sholat Hajat

Rokaat pertama
  1. Berdiri menghadap kiblat dengan seluruh badan tanpa berpaling dan menoleh. 
  2. Niat sholat sunah Hajat yang ingin dilaksanakan, klik disini 
  3. Takbiratul Ihram, klik disini
  4. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada. 
  5. Membaca iftitah, klik disini
  6. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  7. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  8. Ruku' klik disini 
  9. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  10. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  11. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  12. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  13. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
Rokaat Kedua
  1. Berdiri dari sujud kedua, sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca doa iftiftah. 
  2. Membaca surah Al Fatihah, klik disini
  3. Membaca salah satu surat dari Al Qur’an yang biasa dibaca dan dihapal
  4. Ruku' klik disini 
  5. Mengangkat kepala dari ruku’, mengucapkan klik disini 
  6. Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak, mengucapkan klik disini 
  7. Sujud yang pertama dengan khusyu, klik disini
  8. Duduk di antara dua sujud, klik disini
  9. Sujud kedua dengan khusyu, klik disini 
  10. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya mengucapkan tasyahud akhir klik disini
  11. Mengucap salam, klik disini

Jumat, 25 Februari 2011

Sholat Hajat

Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Agar hajat dikabulkan Allah, banyak cara yang dilakukan diantaranya adalah berdoa dan sholat.

Dasar Hukum
  • Di dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah, ayat 153 Allah SWT. berfirman artinya : “Hai orang-orang yang beriamn, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan shalat, sesuguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
  • Hadits Baginda Nabi Muhammad SAW artinya “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad )
  • “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi ? Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Waktu pelaksanaan

Shalat hajat tidak mempunyai waktu tertentu, asal pada waktu yang tidak dilarang, misalnya setelah shalat Ashar atau setelah shalat Shubuh. Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah).

Jumlah Rokaat

Sholat Hajat minimal dilaksanakan dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat.J ika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.

Cara Melaksanakan
  1. Niat shalat Hajat Niat dilakukan di dalam hati ketika sedang takbiratul ihram (mengangkat tangan). Lafazh niat salat hajat  :أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَ  Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala. Artinya: “Aku berniat salat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
  2. Membaca doa Iftitah
  3. Membaca surat al Fatihah
  4. Membaca salah satu surat didalam Al Quran. Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat Al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat Kursi (surat Al Baqarah:255).
  5. Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
  6. I'tidal sambil membaca bacaannya
  7. Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
  8. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
  9. Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian  Tasyahhud akhir
  11. Membaca salam dua kali
Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.

Doa yang dianjurkan


Laa Ilaaha Illallaahul Haliimul Kariimu,
Subhaanallaahi Rabbil 'Ar-Syil 'Azhiim,
Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin,
As-Aluka Muujibaatirahmatika,
Wa'azaaima Maghfiratika,
Wal'ishmata Minkulla Dzanbin,
Wal-Ghaniimata Min Kulli Itsmin,
Laatada'lii Dzanban Illaa Ghafartahuu,
Walaa Hamman Illaafarrajtahuu,
Walaa Haajatan Hiya Laka Ridhan Illa Qadhaitahaa,
Yaa Arhamar-Raahimiin.

Artinya : Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang MahaPenyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhanpemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah,Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yangmewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkankeampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa,emmperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlahEngkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkauampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalankeluarnya, dan tidak pula suatu hjat yang mendapatkerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai TuhanYang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

Niat Sholat Hajat

niat-solat-hajat-sq