Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Pesan kami

Sholatlah Anda, sebelum Anda disholatkan orang lain dan Hisablah diri Anda, sebelum Anda dihisap di Yaumil Hisab...

Amrullah Ibraim, S.Kom

Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

Sholat Tahajud 11

Keterangan Mengenai Shalat Sunnah Dikerjakan Dua Rakaat Dua Rakaat
 
Hal itu diriwayatkan dari Abu Ammar, Abu Dzar, Anas, Jabir bin Zaid, Ikrimah, dan az-Zuhri radhiyallahu 'anhum.
Yahya bin Sa'id al-Anshari berkata, "Aku tidak melihat fuqaha-fuqaha negeri kami melainkan mereka memberi salam pada setiap dua rakaat dari shalat sunnah siang hari."

Jabir bin Abdullah berkata, "Rasulullah mengajarkan kepada kami untuk istikharah (minta dipilihkan Allah) dalam seluruh urusan sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur'an kepada kami. Beliau bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kamu sekalian bermaksud akan sesuatu, maka hendaklah ia shalat dua rakaat selain fardhu. Kemudian hendaklah ia mengucapkan:

'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada Mu dari anugerah Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Zat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian ia sebutkan hal itu 8/168) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, (atau beliau bersabda: kesegeraan/keduniaan urusan aku dan keakhirannya/keakhiratannya) maka kuasakanlah bagiku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah bagiku padanya. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian ia sebutkan hal itu) buruk bagiku dalam hal agama, kehidupan, dan kesudahan urusanku (atau beliau bersabda: kesegaraan/keduniaan urusan aku dan keakhirannya/keakhiratannya), maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya. Dapatkanlah bagiku kebaikan di mana saja ia berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Kemudian ia sebutkan keperluannya.'"

Abu Abdillah (Imam Bukhari) berkata, "Abu Hurairah berkata, 'Nabi berpesan kepadaku supaya melakukan shalat dhuha dua rakaat."
Itban berkata, "Pada suatu hari ketika, sudah agak siang, Rasulullah datang kepadaku bersama Abu Bakar. Lalu, kami berbaris di belakang beliau, dan beliau shalat dua rakaat."

Sholat Tahajud 10

Makruh Meninggalkan Shalat di Waktu Malam bagi Orang yang Sudah Biasa Mengerjakannya
 
Abdullah bin Amru ibnul Ash berkata, "Rasulullah berkata kepadaku, 'Wahai Abdullah, janganlah kamu menjadi seperti Fulan. Ia dahulu biasa mengerjakan shalat malam, lalu meninggalkan shalat malam itu.'"


Keutamaan Orang yang Bangun Malam Lantas Mengucapkan Istighfar, Tasbih, atau Lainnya, Kemudian Mengerjakan Shalatullail
 

Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bangun di malam hari dan mengucapkan:
'Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah', kemudian ia mengucapkan, 'Ya Allah, ampunilah aku', atau ia berdoa, maka dikabulkanlah doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, maka diterima (shalatnya)."

Al-Haitsam bin Abu Sinan mengatakan bahwa ia mendengar Abu Hurairah r.a. menceritakan kisah-kisahnya. Ia menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya saudaramu tidak berkata jelek." Maksud beliau adaIah Abdullah bin Rawahah, ketika ia berkata, "Di sisi kami ada Rasulullah yang membaca kitab Allah. Ketika itulah kebaikan gemerlap memancar dari fajar. Beliau memperlihatkan petunjuk setelah kita buta. Dan hati kita percaya apa yang disabdakan bakal terjadi. Beliau bermalam dengan menjauhkan lambung dari hamparan di kala pembaringan-pembaringan merasa berat oleh orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."

Sholat Tahajud 9

Berdoa dan Shalat pada Akhir Malam
 

Allah berfirman, "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (adz-Dzaariyaat: 17-18)

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, 'Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, 'Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni?'"
Orang yang Tidur di Permulaan Malam dan Menghidupkan (Yakni Bangun untuk Shalatullail) pada Akhir Malam Itu
 
Salman berkata kepada Abud Darda' r.a., "Tidurlah." Kemudian pada akhir malam, Salman berkata, "Bangunlah." Nabi saw bersabda, "Salman benar."[11]
597. Al-Aswad berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Bagaimanakah shalat Rasulullah di malam hari?' Ia menjawab, 'Beliau tidur pada permulaan malam, dan bangun di akhir malam, lalu shalat. Kemudian kembali ke tempat tidur beliau. Apabila muadzin mengumandangkan azan, maka beliau melompat. Jika beliau mempunyai keperluan, maka beliau mandi. Jika tidak, maka beliau berwudhu dan keluar.'"

Berdirinya Nabi di Waktu Malam dalam Bulan Ramadhan dan Bulan Iainnya

Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan bahwa ia bertanya kepada Aisyah, "Bagaimanakah shalat Nabi di bulan Ramadhan?" Aisyah menjawab, "Rasulullah baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lain tidak pernah menambah atas sebelas rakaat, yaitu beliau shalat empat rakaat. Namun, jangan kamu tanyakan lagi tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat (lagi), dan jangan kamu tanyakan lagi tentang baik dan panjangnya. Lalu, beliau shalat tiga rakaat. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum witir?' Beliau menjawab, 'Wahai Aisyah, kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur.'"

Sholat Tahajud 8

Ikatan Setan pada Tengkuk (Leher) Jika Seseorang Tidak Shalat Malam
 

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Setan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu pada waktu tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dikatakan, 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.' Apabila ia bangun dan ingat kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan (lagi). Dan, jika ia mengerjakan shalat, maka terlepaslah seluruh ikatannya. Ia memasuki pagi hari dengan tangkas dan segar jiwanya. Jika tidak, maka ia masuk pagi dengan jiwa yang buruk dan malas."

Jika Seseorang Tidur dan Tidak Shalat Malam, Maka Setan Telah Kencing di Telinganya
 
Abdullah berkata, "Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, 'Setan telah kencing di telinganya.'"

Sholat Tahajud 7


Cara Shalat Nabi dan Berapa Rakaat Shalat Beliau pada Waktu Malam
 
Masruq berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah tentang shalat malam Rasulullah.' Aisyah menjawab, 'Adakalanya tujuh, sembilan, dan ada kalanya sebelas rakaat, selain dua rakaat fajar.'"

Aisyah berkata, "Nabi biasa melakukan shalat malam tiga belas rakaat, termasuk witir dan shalat fajar dua rakaat."

Shalat Malam Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam, Tidurnya, serta Mengenai Apa yang Dihapuskan dari Shalat Malam Itu, dan Firman Allah, "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada waktu siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)." (al-Muzzammil: 1-7)

Firman Allah, 'Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu. Karena itu, bacalaah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah. Maka, bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya." (al-Muzzammil: 20)



Sholat Tahajud 6

Orang yang Tidur di Waktu Sahar (Dini Hari Menjelang Subuh)
 
Masruq berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Apakah amal yang paling disukai Nabi?' Ia menjawab, 'Amal yang dilakukan secara terus-menerus.' (Dalam satu riwayat: 'Amal yang paling disukai Rasulullah ialah yang dilakukan oleh pelakunya secara konstan/ajeg.' 7/181). Lalu aku bertanya lagi, 'Kapan beliau bangun?' Aisyah menjawab, 'Apabila telah mendengar kokok ayam.'" (Dalam satu riwayat: 'Apabila mendengar kokok ayam, beliau bangun lalu mengerjakan shalat)

Aisyah berkata, "Pada waktu sahar (dini hari menjelang subuh) aku tidak menjumpai beliau (Nabi) di tempatku kecuali dalam keadaan tidur."

Sholat Tahajud 5

Berdirinya Nabi dalam Shalat Malam Sehingga Kedua Kakinya Bengkak
 
Aisyah berkata, "Nabi biasa melakukan shalat malam hingga bengkak kedua kaki beliau."

Mughirah bin Syu'bah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, 'Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?' Lalu, beliau menjawab, 'Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?'"

Sholat Tahajud 4

Anjuran Nabi dengan Sangat untuk Mengerjakan Shalatullail dan Shalat-Shalat Sunnah lain, Tetapi Tidak Mewajibkannya
 
Nabi saw. mengetuk pintu Fatimah dan Ali pada suatu malam untuk shalat.

Aisyah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah meninggalkan amal padahal beliau senang untuk mengamalkannya, karena takut manusia mengamalkannya lalu difardhukan atas mereka. Saya tidak (pernah melihat Rasulullah 2/54) melakukan shalat sunnah seperti shalat sunnah dhuha, dan sesungguhnya saya mengerjakannya."

Sholat Tahajud 3

Meninggalkan Shalatullail untuk Orang Sakit
 
Jundub berkata, "Nabi sakit, maka beliau tidak mendirikan shalat satu malam atau dua malam."

Jundub bin Abdullah berkata, "Jibril tidak mendatangi Nabi, kemudian ada seorang wanita dari kaum Quraisy berkata, 'Setannya Muhammad terlambat datang kepada Muhammad (yakni agak lama tidak datang kepada beliau).' Kemudian turunlah ayat, 'Wadhdhuhaa wal-laili idzaa sajaa. Maa wadda'aka Rabbuka wamaa qalaa.'"

Sholat Tahajud 2

Panjangnya Sujud dalam Melakukan Sholat Malam
 
583. Aisyah berkata, "Rasulullah shalat (malam) sebelas (dan dalam satu riwayat: tiga belas 2/52) rakaat. Memang begitulah shalat beliau. Beliau sujud dalam shalat nya itu untuk satu kali sujud selama seseorang dari kamu membaca kira-kira lima puluh ayat sebelum beliau mengangkat kepalanya. Beliau biasa melakukan shalat (sesudah mendengar azan subuh) dua rakaat yang ringan dan (sebelum shalat subuh) sehingga aku bertanya-tanya, 'Apakah beliau membaca al-Faatihah?' (2/53). Kemudian beliau berbaring di lambungnya yang kanan, hingga datang orang memberitahukannya untuk shalat (subuh)."

Minggu, 05 Oktober 2014

Sholat Tahajud 1

Ibnu Abbas berkata, "Apabila Rasulullah bangun pada malam hari, beliau selalu bertahajud. Beliau berdoa:
'Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus (dan dalam riwayat mu'allaq: Qayyamu 8/184) samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku (dan dalam satu riwayat: Anta rabbus) samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa'dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu 'alaihi wa sallama haqqun, wassa'atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a'lantu, [wamaa anta a'lamu bihii minnii], antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, (anta ilaahii 8/ 198), laa ilaaha illaa anta, au laa ilaaha (lii 8/167) ghairuka.'
'Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan (dalam satu riwayat: Engkaulah Tuhan) langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan. (Engkaulah Tuhanku 8/198), tidak ada tuhan melainkan Engkau, atau tiada tuhan (bagiku 8/167) selain Engkau'."

Jumat, 04 Maret 2011

Sholat ba'da Isya'

Sholat Sunnah Isya (Qobliyah dan Ba’diyah)

Jumlah roka’atnya dan hukumnya : Menurut ulama Fiqih : - 2 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah) - 2 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakkadah. Menurut Imam Ghozali : - 4 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah tercantum dalam kitab Syarah Bidayatul Hidayah) - 4 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakadah, tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin Karena sesuai hadits Nabi, riwayat Siti Aisyah , ” Sholat 4 roka’at Rosulullah SAW, ba’da sholat isya yang akhir, kemudian ia tidur ”. 

Hadits

Adapun shalat sunnah 2 rakaat sebelum Isya’ tidak termasuk shalat rawatib, akan tetapi dianjurkan / disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dari ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلاةٌ
“Di antara adzan dan iqamah, ada shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ كُنَّ كَقَدْرِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah (shalat) ‘Isya’, maka nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah 2/343 (5/100) no. 7351; sanadnya shahih)

Dari ‘Aisyah, ia berkata,
أَرْبَعٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يَعْدِلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Empat raka’at setelah ‘Isyaa’ setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7352; sanadnya hasan)

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ ؛ عَدَلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah ‘Isya’ yang tidak dipisahkan dengan salam, maka nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7353; sanadnya hasan)

Dari Ka’b bin Mati’, ia berkata,
مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ يُحْسِنُ فِيهِنَّ الرُّكُوعَ، وَالسُّجُودَ، عَدَلْنَ مِثْلَهُنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at setelah ‘Isya’ dengan membaguskan rukuk dan sujud padanya, nilainya setara dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr.” (HR Ibnu Abi Syaibah, no. 7354; HR An Nasa’i no. 4895-4896, sanadnya hasan)

Keutamaan

Amalan tersebut beserta pahalanya yang senilai dengan empat raka’at pada waktu Lailatul-Qadr, meskipun sanadnya mauquf pada shahabat radliyallaahu ‘anhum, namun hukumnya adalah marfu’, karena di dalamnya tidak ada ruang ijtihad dalam menetapkan pahala suatu amalan secara khusus, sehingga diketahui bahwasannya statement itu tidak lain hanyalah berasal dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Sholat qobla isya'

Hadits

Dari Aisyah, Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam sudah biasa sholat sunnah sebelum Dzuhur 4 rakaat di rumah, sesudah itu beliau berangkat menuju masjid sholat berjamaah dan sepulangnya, beliau sholat sunnah 2 rakaaat.  Dan beliau sudah terbiasa sesudah jamaah solhat Maghrib, pulang kerumah sholat sunnah sebanyak 2 rakaaat. Kemudian berjamaah sholat Isya' di masjid dan pulang ke rumah sholat sunnah ba'da Isya' sebanyak 2 rakaaat. (H.R. Muslim)

Sholat ba'da maghrib

Sholat Sunnah Maghrib (Qobliyah dan Ba’diyah) 

• Jumlah roka’atnya :2 roka’at Qobliyah Maghrib 2 roka’at Ba’adiyah Maghrib
• Hukumnya : Untuk Qobliyah Maghrib berbeda pendapat Sahabat tentang kesunnahannya, hanya saja menurut Imam Ghozali dikitab Ihya Umuluddin kebanyakan Sahabat mensunnahkannya , adapun hukumnya Ghoiru Muakkadah. Sedangkan Ba’diyah Maghrib, Hukumnya Sunnah Muakkadah.

Hadits


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu juga:
كُنَّا نصلِّي عَلَى عهدِ رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ المَغْرِبِ، فَقِيلَ: أكَانَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – صَلاَّهما؟ قَالَ: كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا.
“”Kami para sahabat di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami shalat dua rakaat setelah terbenam matahari, saat sebelum dikerjakan shalat Maghrib.” Maka ditanyakan kepada Anas: “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Maghrib?” Anas menjawab: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kami melakukan shalat dua rakaat sebelum Maghrib, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memerintahkan kami dan tidak melarang kami.”” (H.R. Muslim)

Sholat qobla maghrib

Sholat Sunnah Maghrib (Qobliyah dan Ba’diyah) 

• Jumlah roka’atnya :2 roka’at Qobliyah Maghrib 2 roka’at Ba’adiyah Maghrib 
• Hukumnya : Untuk Qobliyah Maghrib berbeda pendapat Sahabat tentang kesunnahannya, hanya saja menurut Imam Ghozali dikitab Ihya Umuluddin kebanyakan Sahabat mensunnahkannya , adapun hukumnya Ghoiru Muakkadah. Sedangkan Ba’diyah Maghrib, Hukumnya Sunnah Muakkadah.

Hadits.

Adapun shalat sunnah 2 rakaat sebelum Maghrib juga dianjurkan, meskipun tidak termasuk shalat rawatib.

Dari sahabat ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«صَلُّوا قَبْلَ المَغْرِبِ» قال في الثَّالِثَةِ: «لِمَنْ شَاءَ»
“”Shalatlah kalian sebelum Maghrib.” Pada yang ketiga kalinya, Rasulullah bersabda, “Bagi yang mau.”” (H.R. Bukhari)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
لَقَدْ رَأيْتُ كِبَارَ أصْحَابِ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ عِندَ المَغْرِبِ
“Sungguh aku telah melihat para sahabat senior Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersegera menuju ke tiang-tiang masjid tatkala dikumandangkannya adzan Maghrib (yakni untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat sebelum Maghrib).” (H.R. Bukhari)

Sholat qobla Ashar

Sholat Sunnah Qobliyah Ashar 
 
• Jumlah roka’atnya : 4 roka’at 
• Hukumnya : - Sunnah Muakkadah menurut Imam Ghozali - Sunnah Ghoiru Muakkadah menurut Fuqoah (Ahli Fiqih) Hadits Nabi Muhammad SAW , ”Memberi Rahmat Allah Ta’ala akan seorang hamba yang sholat 4 roka’at Qobliyah Ashar”. 4) Sholat Sunnah Maghrib (Qobliyah dan Ba’diyah)

Hadits
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أرْبَعَ رَكَعَاتٍ، …
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat (sunnah) sebelum Ashar 4 rakaat. …” (H.R. Tirmidzi)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرءًا صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat (sunnah) sebelum Ashar 4 rakaat.” (H.R. Abu Dawud

Sholat ba'da dzuhur

Sholat Sunnah Dzuhur (Qobliyah dan Ba’diyah)

Jumlah roka’at dan hukumnya ; Menurut Ulama Fiqih : v 4 roka’at Qobliyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) v 4 roka’at Ba’diyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) Pendapat Imam Ghozali yaitu 4 roka’at Qobliyah Dzuhur. Hukumnya Sunnah Muakkadah, dikarenakan Sabda Nabi, riwayat Abu Hurairah yaitu,”Barang siapa 4 roka’at setelah gelincir matahari Qobliyah Dzuhur), dan ia memperbanyakkan bacaan dalam sholatnya, dan memanjangkan bacaan ruku’nya dan sujudnya, maka sembahyang beserta 70 ribu malaikat yang mengucapkan baginya (orang yang sholat) itu istighfar hingga malam”

Hadits

Dari Aisyah, Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam sudah biasa sholat sunnah sebelum Dzuhur 4 rakaat di rumah, sesudah itu beliau berangkat menuju masjid sholat berjamaah dan sepulangnya, beliau sholat sunnah 2 rakaaat.  Dan beliau sudah terbiasa sesudah jamaah solhat Maghrib, pulang kerumah sholat sunnah sebanyak 2 rakaaat. Kemudian berjamaah sholat Isya' di masjid dan pulang ke rumah sholat sunnah ba'da Isya' sebanyak 2 rakaaat. (H.R. Muslim)


Sholat qobla dzuhur

Sholat Sunnah Dzuhur (Qobliyah dan Ba’diyah)

Jumlah roka’at dan hukumnya ; Menurut Ulama Fiqih : v 4 roka’at Qobliyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) v 4 roka’at Ba’diyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) Pendapat Imam Ghozali yaitu 4 roka’at Qobliyah Dzuhur. Hukumnya Sunnah Muakkadah, dikarenakan Sabda Nabi, riwayat Abu Hurairah yaitu,”Barang siapa 4 roka’at setelah gelincir matahari Qobliyah Dzuhur), dan ia memperbanyakkan bacaan dalam sholatnya, dan memanjangkan bacaan ruku’nya dan sujudnya, maka sembahyang beserta 70 ribu malaikat yang mengucapkan baginya (orang yang sholat) itu istighfar hingga malam”

Hadits

Dari Abdullah bin Saib, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesudah masuk waktu Dzuhur, beliau sholat sunnah qobliah Dzuhur sebanyak 4 rakaat sabdanya " Sungguh pada saat semacam ini pintu langit terbuka, maka aku senang amal-amalku yang baik segera dinaikkan" (H.R. Tarmidzi)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا
“Aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dua rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelah Dzuhur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat 4 rakaat sebelum (qabliyah) Dzuhur.” (H.R. Bukhari)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّي في بَيْتِي قَبْلَ الظُّهْرِ أرْبَعًا، ثُمَّ يَخْرُجُ، فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ. وَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ المَغْرِبَ، ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، وَيُصَلِّي بِالنَّاسِ العِشَاءِ، وَيَدْخُلُ بَيتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di rumahku sebelum shalat Dzuhur 4 rakaat, kemudian keluar (dari rumah menuju Masjid Nabawi), kemudian shalat mengimami orang-orang, kemudian masuk lagi ke rumah dan shalat 2 rakaat (shalat ba’diyah Dzuhur). Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami orang-orang untuk shalat Maghrib, kemudian masuk ke rumah dan shalat 2 raka’at (shalat ba’diyah Maghrib). Lalu, beliau mengimami kaum Muslimin shalat Isya’, kemudian masuk kembali ke rumahku dan shalat 2 raka’at (shalat ba’diyah Isya’).” (H.R. Muslim)

Faedah dari hadits yang berkaitan tentang keutamaan shalat sunnah Dzuhur, baik qabliyah maupun ba’diyah:
  • Shalat qabliyah (sebelum) Dzuhur yang paling sempurna adalah 4 (empat) rakaat, sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah paling utama dikerjakan di rumah, sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sholat qobla subuh


Sholat sunnah Qobliyah Subuh 

(Sholat sunnah Fajar) • Jumlah roka’at : 2 roka’at • Hukumnya : sunnah mu’akkadah (sangat ditekankan) • Waktunya : di saat terbit Fajar Shoddiq • Fadhilahnya : Sabda Nabi Muhammad SAW, “ Dua roka’at (sunnah Qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan isinya”. Utamanya dikerjakan dirumah, apabila rumah dekat dengan Mesjid, disunnahkan membaca surat Al-Insyiroh dan Al-Fil atau surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Kata Imam Ghozali r.a, “ Telah sampai pada kami riwayat dari orang-orang sholeh yang arifin bahwa barang siapa yang membaca Surat Al-Insyiroh dan Al-Fil pada sholat sunnah subuh tidak akan disakiti dirinya oleh musuhnya”. Dan bila sholat ini dikerjakan dirumah, bila datang ke mesjid belum dilaksanakan sholat berjama’ahnya. Maka, kerjakanlah sholat sunnah Tahyyatul Masjid, lalu duduk untuk berdzikir sampai sholat berjama’ah dimulai

Hadits

Dari Aisyah, bahwasanya Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam tidak pernah absen melakukan sholata sunnah sebelum Dzuhur sebanyak 4 rakaat, dan 2 rakkat sebelum sholat Subuh (H.R. Bukhari)

Dari Aisyah, Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam artinya : Melakukan sholat sunnah 2 rakaat sebelum Subuh, lebih utama dibandingkan dengan dunia se-isinya (H.R. Muslim)

Sholat Fajar

Hadits

Dari Aisyah, bahwasanya Nabi Muhammad SAW melakukan sholat sunnah Fajar 2 rakaat secara ringan, diantara adzan di iqomah (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari Khafshah, Rasulullah SAW ketika mendengar adzan Subuh beliau sholat 2 rakaat secara ringan  (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah,  Rasulullah SAW ketika sholat sunnah fajar, membaca surah Al Kafirun dan surah Al Ikhlas (H.R. Muslim)